"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. (Al Imron 79)

Minggu, 30 Agustus 2009

6 Tips Sehat Puasa

Menjalankan ibadah puasa adalah sebuah kewajiban bagi umat muslim, namun jika ditilik dari sisi kesehatan dibalik nilai ibadah dari ritus yang dijalankan sebulan penuh tiap tahun ini, juga tersimpan banyak manfaat. Tapi tentu saja jika itu dijalankan dengan aturan yang benar dan tidak asal-asalan. Bagaimana memadukan antara ibadah dan mendapatkan manfaat bagi kesehatan kita, berikut kami suguhkan 6 tips menjalankan puasa sehat:

1. Jangan Tinggalkan Sahur

Sahur merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah puasa Ramadhan yang sangat disarankan, dalam sebuah Hadist disebutkan bahwa "Bersabda Rasulullah SAW: "Sahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besar". Kenapa sahur penting bagi kita yang menjalankan puasa?, Saat menjalankan puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi kurang lebih selama 14 jam. Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup. Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis.
Banyak makan makanan manis disaat sahur akan membuat Anda cepat lapar di siang hari. Makanan manis membuat tubuh bereaksi melepaskan insulin secara cepat, insulin berfungsi memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh dan digunakan sebagai sumber energi. Sedangkan makan makanan berserat membuat proses pencernaan lebih lambat dan membantu insulin dikeluarkan secara bertahap. Untuk membuat energi dari sahur tahan lama, bersahurlah lebih akhir saat mendekati imsak.

2. Jangan Tunda Berbuka

Setelah seharian menahan lapar dan dahaga tentunya energi kita terkuras, untuk memulihkan energi kembali, saat berbuka makanlah karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis. Makanan yang mengandung gula mengembalikan secara instant energi kita yang terkuras seharian. Tetapi usahakan menghindari minum es atau yang bersoda, karena jenis minuman ini dapat membuat pencernaan tak berfungsi secara normal.

3. Makanlah Secara Bertahap


Biasanya begitu mendengar bedug magrib, tanpa tunggu lagi kita langsung menyantap habis hidangan yang disediakan diatas meja. Ini bukanlah pola yang bagus untuk kesehatan, setelah seharian perut kita tak terisi dan organ cerna beristirahat, sebaiknya jangan langsung menyantap hidangan dalam jumlah besar. Saat tiba waktu berbuka makan makanan manis, seperti kolak, atau minum teh hangat, istirahatkan sesaat, bisa Anda gunakan jeda itu untuk menjalankan sholat magrib sambil memberi waktu organ cerna kita menyesuaikan. Baru setelah sholat Anda dapat lanjutkan kembali makan makanan yang lebih berat seperti nasi dan lauk-pauknya. Dan setelah Tarawih dilanjutkan lagi dengan sesi makan kecil atau camilan.

4. Jangan Tinggalkan Olahraga

Menjalankan puasa bukan berarti berhenti total berolahraga. Justru aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo. Namun untuk urusan ini pilih olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih, seperti lari-lari kecil atau jalan kaki. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang waktu berbuka. Tarawih selain ibadah juga sebagai sarana menjaga kebugaran
jasmani karena saat melakukan sholat tarawih sama dengan membakar kalori.

5. Konsumsi Cukup Air

Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh. Lebih dari 60 % tubuh kita terdiri dari air. Untuk menjalankan fungsinya dengan baik setiap organ tubuh kita membutuhkan air. Tanpa air yang cukup tubuh akan mengalami gangguan. Untuk itu perbanyak minum air untuk simpanan dalam tubuh supaya semua organ berfungsi dengan baik. Yang disebut air disini bukan hanya berupa air putih, tapi susu dan teh pun juga termasuk di dalamnya. Supaya kebutuhan tubuh tercukupi, aturlah agar Anda minum delapan gelas air sebelum menjalani puasa esok hari.

6. Kendalikan Emosi

Rasulallah bersabda bahwa puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga menahan nafsu. Dengan kata lain tujuan puasa adalah me-manage emosi, belajar bersabar dan berupaya mendekatkan diri kepada Tuhan. Secara psikologis ini mempengaruhi mental-spiritual kita, dengan mengendalian emosi membuat jiwa kita
tumbuh lebih sehat, dan merasakan kedekatan dengan Allah membuat hati kita damai.

Sumber: http://www.kapanlagi.com/ Read more...

19 Hal Gagalnya Ramadhan Seseorang

Di bulan Ramadhan, pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka
lebar-lebar. Namun banyak orang gagal mendapatkan kemuliaannya.
Di
bawah ini hal-hal yang menyebabkan gagalnya Ramadhan :

1. Kurang melakukan persiapan di bulan Syaban.

Misalnya, tidak tumbuh keinginan melatih bangun malam dengan shalat
tahajjud. Begitupun tidak melakukan puasa sunnah Syaban,
sebagaimana
telah disunnahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam.
Dalam
hadits Bukhari dan Muslim, dari Aisyah Radhiallaahu anha berkata,

"Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di
bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa
selain di bulan Syaban."


2. Gampang mengulur shalat fardhu.

"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang
menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak
mereka akan menemui kesesatan kecuali orang-orang yang bertaubat dan
beramal shalih."
(Maryam: 59)

Menurut Said bin Musayyab, yang dimaksud dengan tarkush-shalat
(meninggalkan shalat) ialah tidak segera mendirikan shalat tepat pada
waktunya. Misalnya menjalankan shalat zhuhur menjelang waktu ashar,
ashar menjelang maghrib, shalat maghrib menjelang isya, shalat isya
menjelang waktu subuh serta tidak segera shalat subuh hingga terbit
matahari. Orang yang bershiyam Ramadhan sangat disiplin menjaga waktu
shalat, karena nilainya setara dengan 70 kali shalat fardhu di bulan lain.

3. Malas menjalankan ibadah-ibadah sunnah.

Termasuk di dalamnya menjalankan ibadah shalatul-lail. Mendekatkan
diri kepada Allah dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah merupakan
ciri orang yang shalih.

"Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam
mengerjakan perbuatan-perbuatan baik dan mereka berdoa kepada Kami
dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu
kepada Kami."
(Al-Anbiya:90)

"Dan hamba-Ku masih mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah
sunnah, sampai Aku mencintainya." (Hadits Qudsi)

4. Kikir
dan rakus pada harta benda.

Takut rugi jika mengeluarkan banyak infaq dan shadaqah adalah
tandanya. Salah satu sasaran utama shiyam agar manusia mampu
mengendalikan sifat rakus pada makan minum maupun pada harta benda,
karena ia termasuk sifat kehewanan (Bahimiyah). Cinta dunia serta
gelimang kemewahan hidup sering membuat manusia lupa akan tujuan hidup
sesungguhnya.

Mendekat kepada Allah Subhaanahu wa taala, akan menguatkan sifat
utama kemanusiaan (Insaniyah).

5. Malas membaca Al-Quran.

Ramadhan juga disebut Syahrul Quran, bulan yang di dalamnya
diturunkan Al-Quran. Orang-orang shalih di masa lalu menghabiskan
waktunya baik siang maupun malam Ramadhan untuk membaca Al-Quran.

"Ibadah ummatku yang paling utama adalah pembacaan Al-Quran."
(HR
Baihaqi)

Ramadhan adalah saat yang tepat untuk menimba dan menggali sebanyak
mungkin kemuliaan Al-Quran sebagai petunjuk hidup. Kebiasaan baik ini
harus nampak berlanjut setelah Ramadhan pergi, sebagai tanda keberhasilan
latihan di bulan suci.


6. Mudah mengumbar amarah.

Ramadhan adalah bulan kekuatan. Nabi Saw bersabda: "Orang kuat
bukanlah orang yang selalu menang ketika berkelahi. Tapi orang yang
kuat adalah orang yang bisa menguasai diri ketika marah."

Dalam hadits lain beliau bersabda: "Puasa itu perisai diri, apabila
salah seorang dari kamu berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan
jangan membodohkan diri. Jika ada seseorang memerangimu atau
mengumpatmu, maka katakanlah sesesungguhnya saya sedang berpuasa."
(HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

7. Gemar bicara sia-sia dan dusta.

"Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta perbuatan Az-Zur, maka
Allah tidak membutuhkan perbuatan orang yang tidak bersopan santun,
maka tiada hajat bagi Allah padahal dia meninggalkan makan dan
minumnya." (HR Bukhari dari Abu Hurairah)

Kesempatan Ramadhan adalah peluang bagi kita untuk mengatur dan
melatih lidah supaya senantiasa berkata yang baik-baik. Umar ibn
Khattab Ra berkata: "Puasa ini bukanlah hanya menahan diri dari makan
dan minum saja, akan tetapi juga dari dusta, dari perbuatan yang salah
dan tutur kata yang sia-sia."(Al Muhalla VI: 178) Ciri orang gagal
memetik buah Ramadhan kerap berkata di belakang hatinya.
Kalimat-kalimatnya tidak ditimbang secara masak: "Bicara dulu baru
berpikir, bukan sebaliknya, berpikir dulu, disaring, baru diucapkan."

8. Memutuskan tali silaturrahim.

Ketika menyambut datangnya Ramadhan Rasulullah Saw bersabda:
"Barangsiapa menyambung tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan
ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya. Barang siapa
memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya
pada hari ia berjumpa dengan-Nya" Puasa mendidik pribadi-pribadi
untuk menumbuhkan jiwa kasih sayang dan tali cinta.

Pelaku shiyam jiwanya dibersihkan dari kekerasan hati dan kesombongan,
diganti dengan perangai yang lembut, halus dan tawadhu. Apabila ada
atau tidak adanya Ramadhan tidak memperkuat hubungan kekeluargaan dan
persaudaraan, itu tanda kegagalan.

9. Menyia-nyiakan waktu.

Al-Quran mendokumentasikan dialog Allah Swt dengan orang-orang yang
menghabiskan waktu mereka untuk bermain-main.

Allah bertanya: " Berapa tahunkan lamanya kamu tinggal di bumi?"

Mereka menjawab: "Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari. maka
tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."

Allah berfirman: "Kamu tidak tingal di bumi melainkan sebentar saja,
kalau kamu sesungguhnya mengetahui. "Maka apakah kamu mengira
sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan kamu
tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang
sebenarnya; tidak Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan yang
mempunyai Arsy yang mulia."(Al-Muâ?Tminun: 112-116)

Termasuk gagal dalam ber-Ramadhan orang yang lalai atas karunia waktu
dengan melakukan perbuatan sia-sia, kemaksiatan, dan hura-hura.
Disiplin waktu selama Ramadhan semestinya membekas kuat dalam bentuk
cinta ketertiban dan keteraturan.

10. Labil dalam menjalani hidup.

Labil alias perasaan gamang, khawatir, risau, serta gelisah dalam
menjalani hidup juga tanda gagal Ramadhan. Pesan Rasulullah Saw:

"Sesungguhnya telah datang bulan Ramadhan yang penuh berkah. Allah
telah memfardhukan atas kamu berpuasa di dalamnya. Dibuka semua pintu
surga, dikunci semua pintu neraka dan dibelenggu segala syetan. Di
dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Barangsiapa tiada diberikan kebajikan malam itu, maka sungguh tidak
diberikan kebajikan atasnya." (HR Ahmad, Nasai, Baihaqi dari Abu
Hurairah)

Bila seseorang meraih berkah bulan suci ini, jiwanya mantap, hatinya
tenteram, perasaannya tenang dalam menghadapi keadaan apapun.

11. Tidak bersemangat mensyiarkan Islam.

Salah satu ciri utama alumnus Ramadhan yang berhasil ialah tingkat
taqwa yang meroket. Dan setiap orang yang ketaqwaannya semakin kuat
ialah semangat mensyiarkan Islam. Berbagai kegiatan amar maruf nahiy
munkar dilakukannya, karena ia ingin sebanyak mungkin orang merasakan
kelezatan iman sebagaimana dirinya. Jika semangat ini tak ada, gagal
lah Ramadhan seseorang.

12. Khianat terhadap amanah.

Shiyam adalah amanah Allah yang harus dipelihara (dikerjakan) dan
selanjutnya dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak.

Shiyam itu ibarat utang yang harus ditunaikan secara rahasia kepada
Allah. Orang yang terbiasa memenuhi amanah dalam ibadah sir (rahasia)
tentu akan lebih menepati amanahnya terhadap orang lain, baik yang
bersifat rahasia maupun yang nyata. Sebaliknya orang yang gagal
Ramadhan mudah mengkhianati amanah, baik dari Allah maupun dari manusia.

13. Rendah motivasi hidup berjamaah.

Frekuensi shalat berjamaah di masjid meningkat tajam selama Ramadhan.
Selain itu, lapar dan haus menajamkan jiwa sosial dan empati terhadap
kesusahan sesama manusia, khususnya sesama Muslim. Allah mencintai
hamba-hamba-Nya yang berjuang secara berjamaah, yang saling menguatkan.

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya
dalam saatu barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan
yang tersusun kokoh." (
Ash-Shaf: 4) Ramadhan seharusnya menguatkan
motivasi untuk hidup berjamaâ?Tah.

14. Tinggi ketergantungannya pada makhluk.

Hawa nafsu dan syahwat yang digembleng habis-habisan selama bulan
Ramadhan merupakan pintu utama ketergantungan manusia pada sesama
makhluk. Jika jiwa seseorang berhasil merdeka dari kedua mitra syetan
itu setelah Ramadhan, maka yang mengendalikan dirinya adalah fikrah
dan akhlaq. Orang yang tunduk dan taat kepada Allah lebih mulia dari
mereka yang tunduk kepada makhluk.

15. Malas membela dan menegakkan kebenaran.

Sejumlah peperangan dilakukan kaum Muslimin melawan tentara-tentara
kafir berlangsung di bulan Ramadhan. Kemenangan Badar yang spektakuler
itu dan penaklukan Makkah (Futuh Makkah) terjadi di bulan Ramadhan. Di
tengah gelombang kebathilan dan kemungkaran yang semakin berani unjuk
gigi, para alumni akademi Ramadhan seharusnya semakin gigih dan
strategis dalam membela dan menegakkan kebenaran. Jika bulan suci ini
tidak memberi bekal perjuangan baru yang bernilai spektakuler, maka
kemungkinan besar ia telah meninggalkan kita sebagai pecundang.

16. Tidak mencintai kaum dhuafa.

Syahru Rahmah, Bulan Kasih Sayang adalah nama lain Ramadhan, karena di
bulan ini Allah melimpahi hamba-hamba-Nya dengan kasih sayang ekstra.
Shiyam Ramadhan menanam benih kasih sayang terhadap orang-orang yang
paling lemah di kalangan masyarakat. Faqir miskin, anak-anak yatim dan
mereka yang hidup dalam kemelaratan. Rasa cinta kita terhadap mereka
seharusnya bertambah. Jika cinta jenis ini tidak bertambah sesudah
bulan suci ini, berarti Anda perlu segera instrospeksi.

17. Salah dalam memaknai akhir Ramadhan.

Khalifah Umar ibn Abdul Aziz memerintahkan seluruh rakyatnya supaya
mengakhiri puasa dengan memperbanyak istighfar dan memberikan sadaqah,
karena istighfar dan sadaqah dapat menambal yang robek-robek atau yang
pecah-pecah dari puasa. Menginjak hari-hari berlalunya Ramadhan,
mestinya kita semakin sering melakukan muhasabah (introspeksi) diri.

"Wahai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah
setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok
dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan."
(Al-Hasyr: 18)

18. Sibuk mempersiapkan Lebaran.

Kebanyakan orang semakin disibukkan oleh urusan lahir dan logistik
menjelah Iedul Fitri. Banyak yang lupa bahwa 10 malam terakhir
merupakan saat-saat genting yang menentukan nilai akhir kita di mata
Allah dalam bulan mulia ini. Menjadi pemenang sejati atau pecundang
sejati.

Konsentrasi pikiran telah bergeser dari semangat beribadah, kepada
luapan kesenangan merayakan Idul Fitri dengan berbagai kegiatan,
akibatnya lupa seharusnya sedih akan berpisah dengan bulan mulia ini.

19. Idul Fitri dianggap hari kebebasan.

Secara harfiah makna Idul Fitri berarti ari kembali ke fitrah.
Namun kebanyakan orang memandang Iedul Fitri laksana hari
dibebaskannya mereka dari penjara Ramadhan. Akibatnya, hanya
beberapa saat setelah Ramadhan meninggalkannya, ucapan dan tindakannya
kembali cenderung tak terkendali, syahwat dan birahi diumbar
sebanyak-banyaknya. Mereka lupa bahwa Iedul Fitri seharusnya menjadi
hari di mana tekad baru dipancangkan untuk menjalankan peran khalifah
dan abdi Allah secara lebih profesional.

Kesadaran penuh akan kehidupan dunia yang berdimensi akhirat harus
berada pada puncaknya saat Iedul Fitri, dan bukan
sebaliknya.

Sumber: Majalah Hidayatullah
Read more...

Jumat, 21 Agustus 2009

MARHABAN YAA RAMADHAN

Kami Segenap Pengurus
REMAJA MASJID RAYA BATAM

Mengucapkan

"Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan 1430H"
"Semoga Menjadi Insan Muttaqin"




Read more...

Senin, 03 Agustus 2009

SINAR CAHAYA AYAT KURSI

Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:

1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi bila berbaring di tempat tidurnya,
Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu,
dia akan berada dalam lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.

3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, dia
akan masuk syurga dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur,
Allah SWT akan memelihara rumahnya dan rumah-rumah disekitarnya.

4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap-tiap shalat fardhu,
Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yang bersyukur,
setiap perbuatan orang yang benar, pahala nabi2, serta Allah melimpahkan
rahmat padanya.

5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka
Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua
memohon keampunan dan mendoakan baginya.

6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang, Allah SWT
akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang
yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.

7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan
niscaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda,
'Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat...'

'Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk Dunia-mu, utamakan SHOLAT dan ZAKAT
untuk Akhirat-mu'

Subhanallah. .

AMIEN..... Read more...

Rabu, 29 Juli 2009

DAKWAH adalah Pilihan Hati

Dakwah..
bukanlah karier kerja yang pasang surut…

Dakwah..
bukan bisnis yang untung rugi…

Dakwah..
bukan suatu yang kita jalani saat nyaman dan kita tinggalkan saat sulit…

Tapi dakwah adalah PILIHAN HATI…

Dakwah adalah suatu ketulusan…

Bukan untuk dipandang atau dipuji…

tapi untuk dilakukan dengan keikhlasan….

Jangan pernah berharap mendapat kenyamanan dalam dakwah!

Justru berhati-hatilah… saat dirimu mengalaminya…

Karena dakwah adalah PANGGILAN BAGI JIWA-JIWA YANG KUAT…

Yang mampu taklukkan tantangan…

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menolong agama-Mu, yang Engkau tunjuki kepada jalan-Mu yang lurus. Amin.

http://nikenpuspitasari.wordpress.com/ Read more...